Alhamdulillah,,
akhirnya dapat pembeli juga..
semoga bisa jadi pelanggan,,
begitu mungkin isi hati si pemuda kembang api itu..
aku datang disaat yang tepat
menyaksikan tiap alur cerita penting si pemuda kembang api
melihat kekuasaan dan kasih sayang dari NYA
memahami setiap potongan potongan bukti kuasa NYA
Pembeli itu bukan yang pertama (mungkin,,,itu prediksiku..)
dan juga bukan yang terakhir..
masih ada seorang ibu dengan balita digendongannya menawar kembang api yang paling panjang yang dipajang digerobak sederhana itu,,
sepintas aku bisa mendengarkan transaksi jual beli yang diakhiri dengan serah terima barang diantara mereka,,
wajah sipemuda kembang api malam ini tidak selusuh malam kemarin
walau masih berlumur debu jalanan
tapi ada senyum yang mengembang diwajahnya
kali ini, posisi menunggunya tidah seloyo dan segelisah malam kemarin
kini, dengan posisi tegap siap menyambut pelanggan pelanggan berikutnya
tak lama kemudian satu pelanggan datang menghampiri gerobak mungilnya
kali ini seorang ayah dengan seoranng putri cantik
sederhana sekali akad jual beli mereka
tak perlu waktu lama, uang si ayah kini sudah berpindah tangan
dengan senyum lebih sumringah, si pemuda kembang api kembali merapikan uang hasil penantian malam ini..
inilah buah dari kesabaran
kesabaran yang aktif..
Subhanalloh,,
rencana Alloh memang begitu indah
Alloh selalu menyayangi hambanya yang bersabar
dan Alloh akan menghargai usaha kaumnya,
dan Alloh tidak ingkar janji, untuk mengubah nasib kaumnya yang senantiasa berusaha dan bersabar
Man jadda Wajada
Man Shabara Zhafira
**
walau udara masih dipenuhi dengan partikel partikel debu jalanan
tapi begitu banyak kebahagiaan yang aku saksikan malam ini
Sebuah rombongan panjang dengan obor ditangan
menyusuri jalanan dengan bersenandungkan sholawat
SUBHANALLOH..
indah sekali temaram cahaya obor seperti gugusan bintang galaksi bima sakti
merdu sekali mereka melantunkan sholawat nabi
dan lebih indah indah lagi karena mereka ditemani oleh kilatan cahaya KEMBANG API..
Subhanalloh..
Engkau memang sutradara terbaik
malam ini, semua bersuka cita
Ramadhan memang bulan penuh berkah
Mungkin kalo kemarin Si pemuda kembang api mendapatkan pembeli, dia tidak bisa merasakan suka cita menyambut bulan Ramadhan
mungkin uang hasil jualannya akan cepat habis dan dia tidak bisa melakukan hal special dibulan special
dan malam ini..
Engkau yang maha tau
Engkau yang maha Penyayang
tidak akan membiarkan hambanya bersedih menyambut Bulan Ramadhan
tidak akan membiarkan rasa ragu lama bersemayam dihati kami
Engkau tau waktu yanng tepat agar kami lebih merasakan nikmatnya karunia MU
Sungguh malam ini
malam menjelang bulan penuh berkah
tidak ada lagi dua sisi yanng berlainan
semua mendapat porsi kebahagiannya masing masing
semua tenggelam dalam lautan "kejutan"MU
ini baru permulaan..
aku yakin, masih banyak kejutan didalam bulan Ramadhan
Semoga Ramadhan ini akan jauuuh lebiih bermakna buat aku, si pemuda Kembang api, rombongan bersholawat, dan tentu, anda semua,,,,Amiiiin...
akhirnya dapat pembeli juga..
semoga bisa jadi pelanggan,,
begitu mungkin isi hati si pemuda kembang api itu..
aku datang disaat yang tepat
menyaksikan tiap alur cerita penting si pemuda kembang api
melihat kekuasaan dan kasih sayang dari NYA
memahami setiap potongan potongan bukti kuasa NYA
Pembeli itu bukan yang pertama (mungkin,,,itu prediksiku..)
dan juga bukan yang terakhir..
masih ada seorang ibu dengan balita digendongannya menawar kembang api yang paling panjang yang dipajang digerobak sederhana itu,,
sepintas aku bisa mendengarkan transaksi jual beli yang diakhiri dengan serah terima barang diantara mereka,,
wajah sipemuda kembang api malam ini tidak selusuh malam kemarin
walau masih berlumur debu jalanan
tapi ada senyum yang mengembang diwajahnya
kali ini, posisi menunggunya tidah seloyo dan segelisah malam kemarin
kini, dengan posisi tegap siap menyambut pelanggan pelanggan berikutnya
tak lama kemudian satu pelanggan datang menghampiri gerobak mungilnya
kali ini seorang ayah dengan seoranng putri cantik
sederhana sekali akad jual beli mereka
tak perlu waktu lama, uang si ayah kini sudah berpindah tangan
dengan senyum lebih sumringah, si pemuda kembang api kembali merapikan uang hasil penantian malam ini..
inilah buah dari kesabaran
kesabaran yang aktif..
Subhanalloh,,
rencana Alloh memang begitu indah
Alloh selalu menyayangi hambanya yang bersabar
dan Alloh akan menghargai usaha kaumnya,
dan Alloh tidak ingkar janji, untuk mengubah nasib kaumnya yang senantiasa berusaha dan bersabar
Man jadda Wajada
Man Shabara Zhafira
**
walau udara masih dipenuhi dengan partikel partikel debu jalanan
tapi begitu banyak kebahagiaan yang aku saksikan malam ini
Sebuah rombongan panjang dengan obor ditangan
menyusuri jalanan dengan bersenandungkan sholawat
SUBHANALLOH..
indah sekali temaram cahaya obor seperti gugusan bintang galaksi bima sakti
merdu sekali mereka melantunkan sholawat nabi
dan lebih indah indah lagi karena mereka ditemani oleh kilatan cahaya KEMBANG API..
Subhanalloh..
Engkau memang sutradara terbaik
malam ini, semua bersuka cita
Ramadhan memang bulan penuh berkah
Mungkin kalo kemarin Si pemuda kembang api mendapatkan pembeli, dia tidak bisa merasakan suka cita menyambut bulan Ramadhan
mungkin uang hasil jualannya akan cepat habis dan dia tidak bisa melakukan hal special dibulan special
dan malam ini..
Engkau yang maha tau
Engkau yang maha Penyayang
tidak akan membiarkan hambanya bersedih menyambut Bulan Ramadhan
tidak akan membiarkan rasa ragu lama bersemayam dihati kami
Engkau tau waktu yanng tepat agar kami lebih merasakan nikmatnya karunia MU
Sungguh malam ini
malam menjelang bulan penuh berkah
tidak ada lagi dua sisi yanng berlainan
semua mendapat porsi kebahagiannya masing masing
semua tenggelam dalam lautan "kejutan"MU
ini baru permulaan..
aku yakin, masih banyak kejutan didalam bulan Ramadhan
Semoga Ramadhan ini akan jauuuh lebiih bermakna buat aku, si pemuda Kembang api, rombongan bersholawat, dan tentu, anda semua,,,,Amiiiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar