apa yang kita rasa belum tentu apa yang sebenarnya terjadi..
entah lah, mengandalkan perasaan akhir akhir ini sepertinya tidak bisa lagi..
tatkala logika dikendalikan perasaan, tak ada lagi argumen bersifat nalar
yang ada hanya sisi melankolis, suara hati menguasai tiap neuron otak..
semua menutup kenyataan yang terjadi
neuron menolak mentah tiap jengkap sensor nyata yang sebenarnya ditangkap..
aahhh..sebenarnya kenapa semua ini,
kenapa logika bisa dikuasai perasaan
fenomena apa yang sedang terjadi??
semua ini membuat lelah..
cukupkan keharubiruan ini
kegelisahan dan kegalauan dalam hatimu..
tak pantas perasaan menguasai logikamu
kau harus terima kenyataan, gunakan logikamu agar kau tak tenggelam dam keharubiruan..
Kamis, 23 Agustus 2012
Jumat, 03 Agustus 2012
dulu, kini dan nanti
terlalu bersahabat dengan masa lalu
bisa membuatmu mengabaikan masa kini mu,,
bahkan tanpa kau sadari kau menjauhi masa depanmu
tutuplah segera kisah lalumu
jangan biarkan masa kini mu terluka dan cemburu
karena kau selalu berjalan berdampingan dengan masa lalumu
jangan sampai, masa depanmu menjauh darimu
karena kau selalu berpeluk mesra dengan masa lalu
tak pernah kah kau berpikir
saat masa lalu memenuhi setengah lebih dari kapasitas otakmu
masa kini akan merasa tak ada gunanya ia ada diotakmu..
masa kini merasa terselip dalam dan dalam dibawah sana
tak ada kesempatan untuk masa kini hadir dipermukaan
jutaan neuron bahkan tak mampu mengantarkan ingatanmu pada masa kini
tak mampu menggerakkan hati dan emosi
tak mampu menyampaikan pesan bahwa ada masa kini yang tengah memerhatikanmu
yang selalu berusaha menjadi seseorang yang berarti untukmu
dan tak sadarkah kau
saat masa lalu mengisi sebagian besar ruang dihati
masa kini merasa tak ada ruang lagi bahkan tempat untuk berpijak satu kaki dalam hatimu
sungguh masa lalu telah mengalir dalam darahmu" pikir masa kini
menyatu dalam tiap jengkal langkah dan desahan nafasmu
kini kecemburuan timbul pada diri masa kini
aaahhh,,,dear,,
akankah kau bertahan dengan masa lalumu yang telah membuatmu terluka?
yang telah menyia-nyiakan kau?
yang telah membuat kau menjadi pribadi yang galau dan gundahyang telah merubahmu menjadi pribadi yang lemah, padah aku tau, kau begitu kuat, cerdas,,
akankah kau tenggelam dalam kenangan masa lallu, padahal masa kini selalu setia disampingmu
masa depan sudah menunggumu didepan sana
sudah cukup semua kegalauanmu
sudah cukup kau menghabiskan waktu untuk masa lalumu
sudah cukup kenangan masa lalu membayangimu
sudah cukup kau merana karena pengkhianatan masa lalu
sudah cukup kau kehilangan ketenangan dan ketentraman jiwamu
kau berhak bahagia
kau berhak tersenyum
kau berhak damai dalam keindahan dunia ini
ingatlah masih ada masa kini yang harus kau hadapi dan masih ada masa depan yang perlu kau siapkan
dan yakinlah,,
masa depanmu akan lebih indah dan berwarna dibanding masa lalumu
asal kau tidak larut dalam masa lalumu
bisa membuatmu mengabaikan masa kini mu,,
bahkan tanpa kau sadari kau menjauhi masa depanmu
tutuplah segera kisah lalumu
jangan biarkan masa kini mu terluka dan cemburu
karena kau selalu berjalan berdampingan dengan masa lalumu
jangan sampai, masa depanmu menjauh darimu
karena kau selalu berpeluk mesra dengan masa lalu
tak pernah kah kau berpikir
saat masa lalu memenuhi setengah lebih dari kapasitas otakmu
masa kini akan merasa tak ada gunanya ia ada diotakmu..
masa kini merasa terselip dalam dan dalam dibawah sana
tak ada kesempatan untuk masa kini hadir dipermukaan
jutaan neuron bahkan tak mampu mengantarkan ingatanmu pada masa kini
tak mampu menggerakkan hati dan emosi
tak mampu menyampaikan pesan bahwa ada masa kini yang tengah memerhatikanmu
yang selalu berusaha menjadi seseorang yang berarti untukmu
dan tak sadarkah kau
saat masa lalu mengisi sebagian besar ruang dihati
masa kini merasa tak ada ruang lagi bahkan tempat untuk berpijak satu kaki dalam hatimu
sungguh masa lalu telah mengalir dalam darahmu" pikir masa kini
menyatu dalam tiap jengkal langkah dan desahan nafasmu
kini kecemburuan timbul pada diri masa kini
aaahhh,,,dear,,
akankah kau bertahan dengan masa lalumu yang telah membuatmu terluka?
yang telah menyia-nyiakan kau?
yang telah membuat kau menjadi pribadi yang galau dan gundahyang telah merubahmu menjadi pribadi yang lemah, padah aku tau, kau begitu kuat, cerdas,,
akankah kau tenggelam dalam kenangan masa lallu, padahal masa kini selalu setia disampingmu
masa depan sudah menunggumu didepan sana
sudah cukup semua kegalauanmu
sudah cukup kau menghabiskan waktu untuk masa lalumu
sudah cukup kenangan masa lalu membayangimu
sudah cukup kau merana karena pengkhianatan masa lalu
sudah cukup kau kehilangan ketenangan dan ketentraman jiwamu
kau berhak bahagia
kau berhak tersenyum
kau berhak damai dalam keindahan dunia ini
ingatlah masih ada masa kini yang harus kau hadapi dan masih ada masa depan yang perlu kau siapkan
dan yakinlah,,
masa depanmu akan lebih indah dan berwarna dibanding masa lalumu
asal kau tidak larut dalam masa lalumu
kemilau kembang api
Alhamdulillah,,
akhirnya dapat pembeli juga..
semoga bisa jadi pelanggan,,
begitu mungkin isi hati si pemuda kembang api itu..
aku datang disaat yang tepat
menyaksikan tiap alur cerita penting si pemuda kembang api
melihat kekuasaan dan kasih sayang dari NYA
memahami setiap potongan potongan bukti kuasa NYA
Pembeli itu bukan yang pertama (mungkin,,,itu prediksiku..)
dan juga bukan yang terakhir..
masih ada seorang ibu dengan balita digendongannya menawar kembang api yang paling panjang yang dipajang digerobak sederhana itu,,
sepintas aku bisa mendengarkan transaksi jual beli yang diakhiri dengan serah terima barang diantara mereka,,
wajah sipemuda kembang api malam ini tidak selusuh malam kemarin
walau masih berlumur debu jalanan
tapi ada senyum yang mengembang diwajahnya
kali ini, posisi menunggunya tidah seloyo dan segelisah malam kemarin
kini, dengan posisi tegap siap menyambut pelanggan pelanggan berikutnya
tak lama kemudian satu pelanggan datang menghampiri gerobak mungilnya
kali ini seorang ayah dengan seoranng putri cantik
sederhana sekali akad jual beli mereka
tak perlu waktu lama, uang si ayah kini sudah berpindah tangan
dengan senyum lebih sumringah, si pemuda kembang api kembali merapikan uang hasil penantian malam ini..
inilah buah dari kesabaran
kesabaran yang aktif..
Subhanalloh,,
rencana Alloh memang begitu indah
Alloh selalu menyayangi hambanya yang bersabar
dan Alloh akan menghargai usaha kaumnya,
dan Alloh tidak ingkar janji, untuk mengubah nasib kaumnya yang senantiasa berusaha dan bersabar
Man jadda Wajada
Man Shabara Zhafira
**
walau udara masih dipenuhi dengan partikel partikel debu jalanan
tapi begitu banyak kebahagiaan yang aku saksikan malam ini
Sebuah rombongan panjang dengan obor ditangan
menyusuri jalanan dengan bersenandungkan sholawat
SUBHANALLOH..
indah sekali temaram cahaya obor seperti gugusan bintang galaksi bima sakti
merdu sekali mereka melantunkan sholawat nabi
dan lebih indah indah lagi karena mereka ditemani oleh kilatan cahaya KEMBANG API..
Subhanalloh..
Engkau memang sutradara terbaik
malam ini, semua bersuka cita
Ramadhan memang bulan penuh berkah
Mungkin kalo kemarin Si pemuda kembang api mendapatkan pembeli, dia tidak bisa merasakan suka cita menyambut bulan Ramadhan
mungkin uang hasil jualannya akan cepat habis dan dia tidak bisa melakukan hal special dibulan special
dan malam ini..
Engkau yang maha tau
Engkau yang maha Penyayang
tidak akan membiarkan hambanya bersedih menyambut Bulan Ramadhan
tidak akan membiarkan rasa ragu lama bersemayam dihati kami
Engkau tau waktu yanng tepat agar kami lebih merasakan nikmatnya karunia MU
Sungguh malam ini
malam menjelang bulan penuh berkah
tidak ada lagi dua sisi yanng berlainan
semua mendapat porsi kebahagiannya masing masing
semua tenggelam dalam lautan "kejutan"MU
ini baru permulaan..
aku yakin, masih banyak kejutan didalam bulan Ramadhan
Semoga Ramadhan ini akan jauuuh lebiih bermakna buat aku, si pemuda Kembang api, rombongan bersholawat, dan tentu, anda semua,,,,Amiiiin...
akhirnya dapat pembeli juga..
semoga bisa jadi pelanggan,,
begitu mungkin isi hati si pemuda kembang api itu..
aku datang disaat yang tepat
menyaksikan tiap alur cerita penting si pemuda kembang api
melihat kekuasaan dan kasih sayang dari NYA
memahami setiap potongan potongan bukti kuasa NYA
Pembeli itu bukan yang pertama (mungkin,,,itu prediksiku..)
dan juga bukan yang terakhir..
masih ada seorang ibu dengan balita digendongannya menawar kembang api yang paling panjang yang dipajang digerobak sederhana itu,,
sepintas aku bisa mendengarkan transaksi jual beli yang diakhiri dengan serah terima barang diantara mereka,,
wajah sipemuda kembang api malam ini tidak selusuh malam kemarin
walau masih berlumur debu jalanan
tapi ada senyum yang mengembang diwajahnya
kali ini, posisi menunggunya tidah seloyo dan segelisah malam kemarin
kini, dengan posisi tegap siap menyambut pelanggan pelanggan berikutnya
tak lama kemudian satu pelanggan datang menghampiri gerobak mungilnya
kali ini seorang ayah dengan seoranng putri cantik
sederhana sekali akad jual beli mereka
tak perlu waktu lama, uang si ayah kini sudah berpindah tangan
dengan senyum lebih sumringah, si pemuda kembang api kembali merapikan uang hasil penantian malam ini..
inilah buah dari kesabaran
kesabaran yang aktif..
Subhanalloh,,
rencana Alloh memang begitu indah
Alloh selalu menyayangi hambanya yang bersabar
dan Alloh akan menghargai usaha kaumnya,
dan Alloh tidak ingkar janji, untuk mengubah nasib kaumnya yang senantiasa berusaha dan bersabar
Man jadda Wajada
Man Shabara Zhafira
**
walau udara masih dipenuhi dengan partikel partikel debu jalanan
tapi begitu banyak kebahagiaan yang aku saksikan malam ini
Sebuah rombongan panjang dengan obor ditangan
menyusuri jalanan dengan bersenandungkan sholawat
SUBHANALLOH..
indah sekali temaram cahaya obor seperti gugusan bintang galaksi bima sakti
merdu sekali mereka melantunkan sholawat nabi
dan lebih indah indah lagi karena mereka ditemani oleh kilatan cahaya KEMBANG API..
Subhanalloh..
Engkau memang sutradara terbaik
malam ini, semua bersuka cita
Ramadhan memang bulan penuh berkah
Mungkin kalo kemarin Si pemuda kembang api mendapatkan pembeli, dia tidak bisa merasakan suka cita menyambut bulan Ramadhan
mungkin uang hasil jualannya akan cepat habis dan dia tidak bisa melakukan hal special dibulan special
dan malam ini..
Engkau yang maha tau
Engkau yang maha Penyayang
tidak akan membiarkan hambanya bersedih menyambut Bulan Ramadhan
tidak akan membiarkan rasa ragu lama bersemayam dihati kami
Engkau tau waktu yanng tepat agar kami lebih merasakan nikmatnya karunia MU
Sungguh malam ini
malam menjelang bulan penuh berkah
tidak ada lagi dua sisi yanng berlainan
semua mendapat porsi kebahagiannya masing masing
semua tenggelam dalam lautan "kejutan"MU
ini baru permulaan..
aku yakin, masih banyak kejutan didalam bulan Ramadhan
Semoga Ramadhan ini akan jauuuh lebiih bermakna buat aku, si pemuda Kembang api, rombongan bersholawat, dan tentu, anda semua,,,,Amiiiin...
Kembang api
seperti malam malam biasanya,,
malam dengan perang sorot lampu motor dan mobil
lengkap dengan partikel partikel debu yang diterbangkan oleh keramaian jalanan malam ini
disebuah pinggir jalan, tepat didepan ku,,
ada seorang pedagang kaki lima lengkap dengan gerobaknya, dan deretan kembang api yang dipajang memenuhi isi gerobak,,
kalau boleh menebak, pemuda itu masih berumur 16-17 tahun,,
wajahnya layu, debu dan keringat menyatu dalam wajah mudanya
bajunya berdebu,dan sepertinya terpanggang matahari
sepetinya dia sudah lama ada disitu
menanti ada seorang pembeli
berharap, ada yang memarkirkan motornya didepan dia, dan membeli 1 bungkus kembang apinya
yaaa,,, setidaknya menawar,,itu sedikit menghibur hatinya, paling tidak masih ada yang berminat dengan dagangannya,,
lamaa sudah,,
menit demi menit
jam demi jam..
dari duduk bersila sampai jongkok
dari berdiri mematung sampai hilir mudik disekitar gerobaknya
tak ada satu orangpun yang menghampirinya
dari sekian banyak motor yang berlalu lalang didepannya, tak ada satupun yang berhenti didepannya
sebuah mobil mewah berhenti tepat disebelah gerobaknya
sipemuda melihat setiap lekuk mobil itu,,
dari atas sampai bawah
dari samping ke samping
"bagus bener ini mobil, kapan ya punya mobil seperti ini.." begitu yang aku tangkap dari mimik wajahnya
seorang wanita keluar dari mobil,
kontras sekali dengan si pemuda kembang api ini..
wajahnya segar, tak sedikitpun debu menempel dipipinya
Gayanya seperti wanita metropolitan masa kini,,
si wanita memasuki sebuah klinik gigi,,
sebuah tempat, yang rasanya tak mungkin untuk dikunjungi oleh si kembang api
"jangankan untuk bayar dokter gigi
untuk makan saja, aku harus menunggu pembeli seharian dipinggir jalan ini,,
itu saja belum tentu ada orang yang mau membeli kembang api, menawar saja tidak ada..."
lagi lagi aku membaca ekspresi wajahnya..
alam sadar mengembalikan si pemuda pada kembang apinya yang tak kunjung terjual..
kembali dia merapikan dagangannya yang sebenarnya masih tertata rapi
**
Kembang api ini bener bener seperti dua sisi mata uang yang amat sangat berbeda
bersisian, tapi sangat berbeda
satu sisi, dia harus menjualnya demi sesuap nasi, harus bersahabat dengan panas matahari dan debu jalanan
demi mendapat selembar kertas
satu sisi, dengan gampangnya dia membakar uang demi kesenangan yang fana..
larut dalam "keindahan" dan "kecantikan" si kembang api..
selembar kertas tak berarti baginya, satu dua tiga lembar, masih tidak berarti,,
melihat kesabaran si pemuda kembang api
aku jadi malu
mungkin usahanya tidak terlihat begitu keras
cukup dari wajahnya aku belajar kesabaran
dengan sabarnya dia menanti dan menjemputnya datanngnya rejeki dengan peluh keringat,debu dan terik matahari,,
sementara aku,,
seperti ini saja aku tidak sabar menanti buah dari usaha usaha selama ini
astagfirulloh,,,
betapa kurang bersyukurnya aku, manusia yang tak pernah puas,,
nikmat mana yang kau dustakan,,
alhamdulillah ya alloh,,
nikmatmu ini tak kan bisa aku tulis dengan tinta air laut sekalipun,,
alhamdulillah,,
***
maafkan karena selalu terpuruk dalam kenestapaan
maafkan karena ketidaksabaran menanti buah kerja keras selama ini
maafkan karena sempat terlintas, meragukan keadilanmu
maafkan atas keraguan kasih sayangmu
orang yang bersungguh sungguh insyalloh akan sukses
dan orang yang yang sabar, dia akan beruntung
Man jadda Wajada
Man Shabara Zhafira
malam dengan perang sorot lampu motor dan mobil
lengkap dengan partikel partikel debu yang diterbangkan oleh keramaian jalanan malam ini
disebuah pinggir jalan, tepat didepan ku,,
ada seorang pedagang kaki lima lengkap dengan gerobaknya, dan deretan kembang api yang dipajang memenuhi isi gerobak,,
kalau boleh menebak, pemuda itu masih berumur 16-17 tahun,,
wajahnya layu, debu dan keringat menyatu dalam wajah mudanya
bajunya berdebu,dan sepertinya terpanggang matahari
sepetinya dia sudah lama ada disitu
menanti ada seorang pembeli
berharap, ada yang memarkirkan motornya didepan dia, dan membeli 1 bungkus kembang apinya
yaaa,,, setidaknya menawar,,itu sedikit menghibur hatinya, paling tidak masih ada yang berminat dengan dagangannya,,
lamaa sudah,,
menit demi menit
jam demi jam..
dari duduk bersila sampai jongkok
dari berdiri mematung sampai hilir mudik disekitar gerobaknya
tak ada satu orangpun yang menghampirinya
dari sekian banyak motor yang berlalu lalang didepannya, tak ada satupun yang berhenti didepannya
sebuah mobil mewah berhenti tepat disebelah gerobaknya
sipemuda melihat setiap lekuk mobil itu,,
dari atas sampai bawah
dari samping ke samping
"bagus bener ini mobil, kapan ya punya mobil seperti ini.." begitu yang aku tangkap dari mimik wajahnya
seorang wanita keluar dari mobil,
kontras sekali dengan si pemuda kembang api ini..
wajahnya segar, tak sedikitpun debu menempel dipipinya
Gayanya seperti wanita metropolitan masa kini,,
si wanita memasuki sebuah klinik gigi,,
sebuah tempat, yang rasanya tak mungkin untuk dikunjungi oleh si kembang api
"jangankan untuk bayar dokter gigi
untuk makan saja, aku harus menunggu pembeli seharian dipinggir jalan ini,,
itu saja belum tentu ada orang yang mau membeli kembang api, menawar saja tidak ada..."
lagi lagi aku membaca ekspresi wajahnya..
alam sadar mengembalikan si pemuda pada kembang apinya yang tak kunjung terjual..
kembali dia merapikan dagangannya yang sebenarnya masih tertata rapi
**
Kembang api ini bener bener seperti dua sisi mata uang yang amat sangat berbeda
bersisian, tapi sangat berbeda
satu sisi, dia harus menjualnya demi sesuap nasi, harus bersahabat dengan panas matahari dan debu jalanan
demi mendapat selembar kertas
satu sisi, dengan gampangnya dia membakar uang demi kesenangan yang fana..
larut dalam "keindahan" dan "kecantikan" si kembang api..
selembar kertas tak berarti baginya, satu dua tiga lembar, masih tidak berarti,,
melihat kesabaran si pemuda kembang api
aku jadi malu
mungkin usahanya tidak terlihat begitu keras
cukup dari wajahnya aku belajar kesabaran
dengan sabarnya dia menanti dan menjemputnya datanngnya rejeki dengan peluh keringat,debu dan terik matahari,,
sementara aku,,
seperti ini saja aku tidak sabar menanti buah dari usaha usaha selama ini
astagfirulloh,,,
betapa kurang bersyukurnya aku, manusia yang tak pernah puas,,
nikmat mana yang kau dustakan,,
alhamdulillah ya alloh,,
nikmatmu ini tak kan bisa aku tulis dengan tinta air laut sekalipun,,
alhamdulillah,,
***
maafkan karena selalu terpuruk dalam kenestapaan
maafkan karena ketidaksabaran menanti buah kerja keras selama ini
maafkan karena sempat terlintas, meragukan keadilanmu
maafkan atas keraguan kasih sayangmu
orang yang bersungguh sungguh insyalloh akan sukses
dan orang yang yang sabar, dia akan beruntung
Man jadda Wajada
Man Shabara Zhafira
Langganan:
Postingan (Atom)




