Minggu, 10 Februari 2013

Save our Earth

konsentrasi sekarang beralih, langit cerah siang hingga malam ini mau tidak mau mengalihkan duniaku hari ini
senyum mekar saat melihat ada tiga bintang kecil nan terang yang bersanding dengan purnama,,
tak jauh dari purnama, ada cumulus mirip arum manis
gumpalan arum manis ini masih membuatku gemas,,
memandangnya saja rasanya tak cukup,,kalo bisa sudah kuremas saking gemesnya,,
kalo aku boleh berimajinasi, bentuk cumulus ini mirip orang naik kuda, ehmm,,atau mirip orang naik sepeda ya,,
aah,,,kurang lebih seperti itulah yang ada di imajinasiku,,

"Cumulus biasanya muncul karena adanya proses konveksi dimana arna putih yang terang ini berasa dari pantulan sinar matahari
dengan kelembapan dan tekanan udara yang tinggi, cumuluas mennyimpan energi besar lewat suara merdunya berupa petir dan uap air yang terkondensasi didalamnya,,"

rasa tertarikku pada lukisan ini terhenti, saat sebatang mirip rokok raksasa ada diujung gumpalan arum manis ini..
ternyata dari batang rokok raksasa itulah gumpalan arum manis ini berasal,,
ternyata ini bukanlah arum manis yang manis untuk di nikmati, ada zat aditif sintetis yang membuat getir orang yang menikmatinya,,
sungguh terasa amat getir saat tersadar ternyata gumpalan awan putih ini adalah kepulan asap pabrik yang membentuk formasi,,
sebuah formasi tipuan dengan rasa manis yang berakhir getir,,
sebuah formasi yang berpengaruh buruk pada sistem metabolisme kita khususnya dan lingkungan pada umunya..

ini baru satu batang rokok raksasa,,
ternyata masih banyak lagi batang batang lain yang mengepulkan asap pekat,,
urbanisasi dan industrialisasi ikut andil didalamnya..

manusia ternyata serakah,,
untuk memuaskan keinginannya, dia telah mengotori lingkungan
sadar atau tidak, sengaja atau tidak, sebuah kenyataan ini membuat getir,,
haruskah sebanyak itu kita membuang cemaran demi kepuasan kita?

mungkin kepulan asap ini hanya lah sedikit contoh dan bukti betapa serakahya manusia,,
masih banyak bukti lain yang sebenarnya kita tau, kitalah "penyebabnya", tapi kita seakan tutup mata, tutup telinga dengan sedikit bukti keserakahan keserakahn kita,,
penambangan, pembalakan liar, lereng gunung disulap menjadi area "peristirahatan",pendangkalan sungai karena sampah sampah kita,
akibatnya???,,,
Banjir, longsor, peristiwa Lumpur Lapindo,, itu nyata terjadi didepan mata kita
dan keserakahan kitalah penyebabnya,,
"Dan pada suatu saat, alam sendirilah yang akan menjawab dan membalas atas eksploitasi yang dilakukan pada dirinya,,"

ayolah,,kalo bukan kita siapa lagi yang peduli,,
kita ini diutus kebumi sebagai khalifah, yang bukan hanya memanfaatkan apa yang tersedia dibumi, tapi juga merawatnya,,
sudah sepatutnya kita mengasihani dan berbuat baik pada bumi kita berpijak agar kita diperbolehkan menumpang dan bisa tetap nyaman tinggal didalamnya,,
kalo kita tidak bisa menghilangkan, setidaknya kita bisa mengurangi cemaran cemaran  ini kan,,
mulai dari diri kita
mulai dari hal kecil
dan mulai dari sekarang..

kalo tidak dari sekarang, siap siap saja kita diusir dari tempat nyaman ini.,,

save our earth,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar